Hidup Baginda, Hura, Hura,Hura!!!

30 Apr

“Leve de koning, Hoera, Hoera, Hoera!!!” disusul suara terompet  dan rakyat banyak yang menonton di luar Gereja Nieuwe Kerk di Amsterdam.  Hari bersejarah, penobatan Raja Willem IV, dirayakan kemarin, 30 April 2013.

Prosesi dimulai dengan penandatanganan akte penyerahan jabatan dari Ratu Beatrix kepada putra mahkota Willem Alexander di Istana. Acara diakhiri dengan pidato pendek Ratu Beatrix  mempresentasikan Raja baru di depan publik di balkon istana. Dengan ini istri raja, putri Maxima menjadi ratu dan Amalia menjadi putri mahkota termuda (9 tahun) di dunia.

raja willem beatrix maxima di balkon istana

raja willem IV di balkon istana(sumber foto: news.onlinenigeria.com dan i.dailymail.com)

Keluar dari istana, Raja Willem Alexander atau Wilem IV menuju ke Gereja Nieuwe Kerk lengkap dengan mengenakan mantel kebesaran ditemani dengan ratu Maxima yang dibalut gaun warna biru kerajaan/ royal blue yang anggun. Acara dilanjutkan dengan pidato raja (yang ternyata menarik dan mengharukan) dan upacara pengambilan sumpah. Raja bersumpah setia kepada negara dan parlemen bersumpah untuk mendukung raja dengan saksi para tamu agung.

sumpah setia raja willem IV (sumber foto: nu.nl)

Walaupun ini adalah acara penobatan, Raja Willem Alexander tidak memakai mahkota. Mahkota ditaruh di bantal sebagai simbol pemisahan religi dan tata negara. Raja adalah kepala negara, perwakilan dari rakyat, bukan seseorang yang mendapat “kuasa” dari “Tuhan” (atau “Higher Power”) sebagai kepala negara. Ini berbeda dengan negara Inggris, dimana raja dinobatkan oleh Archbishop, sekaligus menjabat sebagai kepala gereja.

penobatan raja willem IV

(sumber foto: nu.nl)

Pemisahan tata negara dan religi yang jelas juga tercermin pada bagian pengambilan sumpah setia anggota parlemen.  Terdapat dua versi yang dapat diucapkan. Versi  pertama: “Zo waarlijk helpe mij God almachtig” (artinya: “Janji yang saya ucapkan adalah kebenaran, biarlah Tuhan Yang Maha Esa menolong saya”. Versi ini juga dipilih oleh Raja Willem Alexander. Versi kedua:  “Dat beloof ik”  (artinya: “saya berjanji”). Versi kedua ini adalah janji umum yang juga berlaku untuk orang-orang yang tidak percaya dengan adaya konsep ketuhanan. Negri toleran dengan kesetaraan hukum bagi semua. Menarik, bukan?

Penampilan publik terakhir dilakukan di atas kapal, pelayaran diawali dengan lagu persembahan khusus “Koningslied” yang dinyanyikan oleh para artis secara live lewat layar besar dari Rotterdam. Dari atas kapal, raja menikmati persembahan  musik, klip film dan peragaan ketrampilan yang berkaitan dengan prestasi olahraga Belanda. Yang lucunya, penghormatan dari atlet-atlet nasional olahraga skate dilakukan dengan cara “skate di tempat” (pura-pura meluncur di atas es tapi hanya akting saja). Hari penobatan ditutup dengan makan malam dan pesta tertutup untuk para undangan.pelayaran penobatan raja

raja willem IV dan ratu maxima

(sumber foto: bndestem.nl, nieuwsuit.com)

Saya? Ikut merayakan dengan acara nonton TV bersama yang dilengkapi dengan “kroningscake” (cake dengan marsepein berwarna oranye) dan “orange bitter” (rasanya seperti bitter lemon tapi nggak pake gas CO2 dan lebih pahit). Perayaan diakhiri dengan menikmati parade kampung. Hari yang indah.

minuman oranje bitter

HOERA, HOERA, HOERA !!!

(sumber foto: tonovermars.nl)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: