Pangeran Friso: Sorotan spotlight itu telah berlalu

13 Aug

Tragis. Pangeran Friso meninggal dunia,  senin kemarin 12 Agustus 2013  pagi hari, dalam usia 44 tahun.  Satu hari sebelumnya, istrinya Mabel baru saja merayakan ulang tahunnya sendiri dengan kedua putri mereka, Luana (8)  dan Zaria (7) di kamar rumah sakit tempat Pangeran Friso terbaring koma selama satu setengah tahun terakhir ini.

Gambaran sedih yang mengguncang tersebut dimulai dari liburan musim dingin keluarga kerajaan tahunan di Lech, Austria, di bulan Februari 2012. Pangeran Friso dan sahabat dekatnya Florian Moosbrugger, melakukan olahraga ski mengarungi lembah Lech yang sudah dikenalnya sejak kecil, mengabaikan peringatan ancaman bahaya salju longsor. Hari itu juga, hidup kepala keluarga muda dengan karir profesional yang sukses, penyandang status royalti dan penggemar olahraga aktif ini berubah seketika. Pangeran Friso tertimbun 40 cm salju, kehilangan kesadarannya, dan tiga hari sesudah perawatan intensif, kondisi pangeran dinyatakan koma.

Sejak itu pula, hidup keluarga Pangeran berubah drastis. Kesedihan menyelimuti keluarga kerajaan dengan pada puncaknya berita kematian Pangeran kemarin pagi. Berita ini mengguncang seluruh negri.

Pangeran Friso dikenal sebagai pangeran pemalu yang tidak suka mendapat sorotan maupun menjadi pusat perhatian. Sebagai putra kedua dari pasangan Ratu Beatrix dan Pangeran Claus, ia berstatus putra mahkota cadangan setelah kakaknya, Willem Alexander. Namun, sejak kecil ia tidak pernah tertarik dengan kursi kerajaan. Ucapannya yang sangat terkenal: “Je mag Alex wel in elkaar slaan, maar niet doodslaan, want dan moet ik koning worden.”  (=Kamu mau mukulin Alex boleh2 saja, tapi jangan sampai mati, nanti aku yang harus jadi raja.)

Ia memilih berkarir sebagai insinyur dan bertempat tinggal di London, dimana ia tidak dikenali orang dan dapat beraktivitas secara leluasa selayaknya orang biasa. Ia pun lebih memilih cinta daripada status darah birunya.  Pernikahannya dengan Mabel Wisse Smit pada tahun 2004 tidak mendapatkan ijin kabinet pemerintahan, sehingga ia rela kehilangan status anggota kerajaan dan sebutan resminya Prins der Nederlanden. Ia meninggal dunia di rumah masa kecilnya, Paleis Huis ten Bosch.

Friso-Alexander-Constantijn

Prins Friso, may you rest in peace.

sumber foto: RVD, ibtimes, haakensmaak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: